sepatu berbahan kulit babi, nyaman dipakai tapi halal ga ya?


Tulisan ini sebelumnya saya posting di fesbuk, namun tidak ada salahnya untuk dibagi juga di blog ini :)

Hewan 4 huruf bernama ‘babi’ emang udah terkenal keharaman nya sedari dulu, bagi muslim tentunya. Dari pelajaran agama yang pernah diajarkan pada saya di sekolah sejak dulu telah banyak ditekankan oleh para guru jika hewan ini sangat tidak boleh untuk dikonsumsi sebagai makanan, namun menjadi bingunglah saya ketika pertanyaan seperti judul notes ini beberapa hari yang lalu dibahas oleh ‘teman dekat’ saya..

Karena saya ga sempat untuk berkunjung ke masjid atau ke tempat orang yang pemahaman agamanya baik, maka saya putuskan untuk menemukan jawaban dari judul note ini dari mbah google saja, selain mudah tentu akan terdapat banyak sumber dan akan sangat bermanfaat saya bagi kepada teman2 muslim yang ada di fesbuk untuk kemudian mungkin akan saya publish di blog juga.

Berdasarkan penelusuran saya terhadap beberapa sumber beginilah sedikit cerita dan kesimpulan yang bisa saya share di sini sehubungan dengan sepatu berbahan kulit babi tersebut :

sumber 1 : http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/05/19/sepatu-dari-kulit-babi/

….hati-hati beli barang yang terbuat dari kulit!, awas kulit babi!.Saya cuma ketawa tidak percaya, pikir saya masa sih kulit babi?!. Tapi ketika teman saya serius mengingatkan dan ikut meneliti dompet yang saya pegang, saya pun ikut meneliti dengan melebarkan mata saya…

Yuk teliti dan lebih jeli sebelum membeli…!

sumber 2 : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apakah-memakai-sepatu-sandal-terbuat-dari-kulit-babi-itu-haram.htm

…Yang ingin saya tanyakan adalah, apakah memakai sepatu terbuat dari kulit babi tersebut diharamkan oleh Agama (Islam), karena ada pertanyaan menggelitik dari teman dikantor bahwasanya yang diharamkan adalah meng-”konsumsi” daging babi, sedangkan memakai kulit/lainnya tidak jelas…

Jawaban :

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah penyamakan terhadap kulit dari binatang yang sudah mati. Terdapat tujuh pendapat dalam hal ini, yaitu :

1. Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa setiap kulit dari binatang yang sudah mati dapat disucikan dengan penyamakan kecuali kulit anjing, babi, atau binatang yang terlahir dari salah satu dari keduanya… Mereka meriwayatkan pula dari Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Masud ra.

2. Salah satu riwayat yang masyhur dari Ahmad dan juga dari Malik bahwa penyamakan tidaklah dapat mensucikan sama sekali kulit dari binatang yang telah mati. Ini juga riwayat dari Umar bin Khottob, anaknya dan Aisyah ra.

3. Auza’i, Ibnul Mubarok, Abu Tsaur, Ishaq bin Rohuyah berpendapat bahwa penyamakan dapat mensucikan setiap kulit dari binatang yang dapat dimakan saja tidak dari yang lainnya.

4. Madzhab Abu Hanifah berpendapat bahwa penyamakan dapat mensucikan seluruh kulit kecuali kulit babi.

5. Pendapat yang masyhur juga dari Malik bahwa penyamakan dapat mensucikan seluruh kulit, namun pensuciannya hanyalah pada bagian luarnya saja bukan dalamnya maka ia hanya digunakan untuk sesuatu yang padat bukan cair, sholat diatasnya bukan didalamnya.

6. Daud, Ahli Zhohir, diceritakan juga dari Abu Yusuf bahwa penyamakan dapat mensucikan seluruh kulit termasuk anjing dan babi baik bagian luar maupun dalamnya.

7. Zuhri berpendapat bahwa kulit dari binatang yang sudah mati dapat dimanfaatkan walaupun tidak disamak dan diperbolehkan menggunakannya dalam keadaan kering maupun basah, ini adalah pendapat yang aneh.. (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi juz IV hal 72 – 73)Perbedaan yang terjadi dikalangan para ulama tersebut didalam masalah ini adalah adanya pertentangan diantara dalil-dalil yang berbicara tentang hal ini, yaitu :

1. Telah bercerita Ma’mar dari Zuhri dengan hadits ini dan tidak menyebutkan Maimunah dan berkata, Rasulullah saw bersabda,”Tidakkah engkau manfaatkan kulitnya?” (HR. Abu Daud)

2. Hadits yang diriwayatkan dari ‘Akim berkata,”Telah dibacakan dihadapan kami surat dari Rasulullah saw di daerah Juhainah, dan saya saat itu adalah seorang remaja, isinya; ‘Janganlah kalian memanfaatkan kulit maupun urat dari binatang yang telah mati.” (HR. Abu Daud)

3. Hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda, ”Apabila sebuah kulit sudah disamak maka ia telah suci.” (HR. Muslim)

Beberapa tanggapan terhadap dalil-dalil tersebut :

1. Terhadap hadits yang diriwayatkan dari Maimunah tersebut, Imam Nawawi mengatakan bahwa Zuhri hanya meriwayatkan, ”Tidakkah engkau memanfaatkan kulitnya.” Beliau tidak menyebutkan penyamakannya dan dijawab olehnya bahwa hadits ini bersifat mutlak, padahal ada riwayat-riwayat lainnya yang menyebutkan tentang penyamakannya, yaitu bahwa penyamakan kulit tersebut dapat mensucikannya.

2. Sedangkan terhadap hadits ‘Akim telah terjadi perbedaan pendapat para ulama dalam penggunaan hadits tersebut sebagai dalil. Sebagian ulama lebih mendahulukan hadits penyamakan terhadap hadits ‘Akim, dikarenakan hadits tentang penyamakan ini shohih artinya terhindar dari kekacauan. Mereka mengecam hadits ‘Akim karena dianggap terjadi kekacauan dalam sanadnya.

Sedangkan sebagian yang lain lebih mendahulukan hadits ‘Akim, dikarenakan para perawinya yang dapat dipercaya. Mereka mengatakan bahwa kekacauan dalam sanadnya tidaklah menghalanginya untuk dipakai sebagai dalil…

Sebagian ulama mengamalkan seluruh hadits dan mengatakan bahwa tidak ada pertentangan diantara hadits-hadits tersebut. Hadits ‘Akim menyebutkan adanya pelarangan terhadap memanfaatkan kulit dari binatang yang sudah mati. Al Ihaab disitu maksudnya kulit yang belum disamak, sebagaimana pendapat an Nadhor bin Syumail. Al Jauhari mengatakan bahwa al ihaab adalah kulit yang belum disamak, bentuk pluralnya adalah uhub. Sedangkan hadits-hadits tentang penyamakannya menunjukkan dalil untuk memnafaatkannya setelah disamak, maka tidak ada pertentangan didalamnya. (Aunul Ma’bud juz XI hal 135)

3. Adapun hadits yang ketiga tidak disangsikan lagi akan keshahihannya, meskipun ada sabda Rasulullah saw,”Apabila sebuah kulit sudah disamak maka ia telah suci.” (HR. Muslim) diatas namun ia tidak bisa digunakan secara mutlak untuk seluruh jenis kulit dari binatang yang telah mati.

Penyamakan tetap tidak bisa mensucikan kulit anjing dan babi dikarenakan najisnya kedua binatang itu mencakup keseluruhan yang ada pada tubuhnya, termasuk kulit dan bulunya, sebagaimana pendapat jumhur ulama.

“Yang benar adalah bahwa kulit babi tidaklah dapat disucikan dengan disamak karena najisnya bukanlah pada darahnya atau pada saat dia basah akan tetapi pada dzatnya.” (Bada’iush Shona’I juz I hal 370)

Jadi menggunakan pakaian, tas maupun sepatu yang terbuat dari kulit babi bagi seorang muslim adalah tidak diperbolehkan  walaupun kulit yang digunakan untuk itu sudah disamak terlebih dahulu, sebagaimana pendapat jumhur ulama diatas.

 

Wallahu A’lam

sumber 3 : http://mitrajaya.wordpress.com/2009/08/04/sepatu-dari-kulit-babi/

Beberapa merek yang sebagian produknya memakai kulit babi yaitu :

CLARKS , HUSH PUPPIES, KICKERS, PUMA, NEXT, BEEBUG (anak-anak) dan ANYO(anak-anak).Memang ada perbedaan pendapat mengenai kebolehan menggunakan produk2 tersebut

seperti yang ditulis di http://www.syariahonline. com berikut ini:Asy-Syafi’i bertahan bahwa hanya binatang yang boleh dimakan dagingnya saja yang kulitnya boleh dimanfaatkan dengan disamak terlebih dahulu. berarti gak boleh pake sepatu dari kulit babi.

Sedangkan Abu Hanifah tidak mensyarakatkan binatang yang boleh dimakan dagingnya, artinya beliau membolehkan pemanfaatan kulit binatang apapun meski daging haram dimakan, asal telah melalui proses penyamakan. Dengan satu pengecualian yaitu kulit babi. berarti gak boleh pake sepatu dari kulit Babi. Sedangkan Daud az-Zahiri pendapatnya sama dengan Abu Hanifah dan tanpa mengecualikan babi. Artinya, dalam pendapat beliau, kulit babi boleh dimanfaatkan asal sudah disamakkan à boleh pake sepatu dar kuliat Babi asalkan kulit tersebut sudah disamak.

berikut e-mail dari anggota milis yang sedang berada di UK:

Informasi mengenai sepatu dari kulit babi saya dengar langsung dari produsen ( clarks dan hush puppies). Kebetulan hal ini pernah dibahas di United Kingdom. Kebetulan saya dan keluarga juga pernah punya sepatu clarks dan ketika saya tanyakan ke produsen (via email) dan juga teman saya di UK bertanya via phone, dijawab bahwa beberapa produk mereka yang kami miliki itu memang benar mengandung babi. Sebelum dibuang, saya sempatkan melihat polanya, supaya jadi pelajaran dan pengalaman di lain hari.

Sepatu Beebug dan Anyo, punya pola seperti kulit babi walaupun sudah diberi warna yang berlainan (pink, purple dll). Ketika saya katakan ke salesgirlnya bahwa itu adalah kulit babi (pigskin), dijawab oleh salesgirl bahwa itu memang kulit babi dan dengan bangganya dia katakan bahwa itulah keunggulan produknya. Karena dengan memakai pigskin maka akan tercipta kenyamanan, empuk dan keringat tidak berbau.

Sepatu ini banyak dijual di beberapa mall terkemuka. Pengalaman saya ini terjadi di Plaza Indonesia. Sepatu Kickers pun punya pola yang sama. Kebetulan libur kemaren saya mencari sepatu dan cukup terkejut sewaktu melihat kulit babi di sepatu tersebut (ada di beberapa jenis). Merek Next juga mengkonfirmasi bahwa ada beberapa produknya yang memakai kulit babi. Jadi mereka menyuruh konsumen bertanya sebelum membeli. Saya nggak tahu gimana dengan yang lainnya. Belum punya pengalaman lainnya.

Selain sepatu, kulit babi juga dibuat jaket, sarung tangan, tas dll. Sarung tangan pernah saya lihat di Sarinah Thamrin. Sementara kalau tas dan jaket saya belum pernah lihat di Indonesia, tapi pernah melihat langsung di Tokyo.

Ciri kulit babi dapat dilihat dengan jelas. Apalagi kalo dilihat secara langsung. Ada polanya. Seperti ada pori-porinya. Selain itu, ada tiga titik-titik kecil seperti tusukan jarum yang berdeketan. Ada yang membentuk garis lurus, setengah lingkaran atau segitiga. Sekali-kali kalau ke kickers, hush puppies, clarks, beebug, dll perhatikan dalamnya (lining) sepatu tersebut.

sumber 4 : http://mharisman.blogspot.com/2009/05/klarifikasi-bahan-dari-kulit-babi.html

Ciri-ciri Kulit babi :

Permukaan atasnya mempunyai titik-titik dot yang lekuk kedalam. Didalam setiap titik dot itu ada 3 titik dot yang lain, untuk memudahkan anda mengenalinya setiap titik dot bahagian luar tadi kalau dicantumkan mengikut garisan kebawah, keatas, ketepi ia menjadi 3 segi. Kulit babi biasanya berwarna putih kekusaman. Selalunya ia diletakkan dibahagian lapisan belakang tumit kasut, dibawah lidah kasut, dibahagian bawah lubang tali kasut. Untuk lebih mudah mengenalinya, ia akan terasa seperti lembap ataupun seperti terkena lembapan sabun bila terkena peluh dari kaki anda. Ada juga kulit yang hampir meyerupainya tetapi ia tidak mempunyai 3 titik lekuk didalam setiap lekukkan tersebut. Seperti gambar-gambar di bawah ini :

sumber 5 : http://buslim.wordpress.com/2011/04/28/cara-membedakan-kulit-babi-atau-bukan-pada-produk/

CARA MENGENAL KULIT BABI:

1 . Karakteristik kulit babi yaitu memiliki titik (pori) yang mengelompok/berdekatan 3-3. Setiap kelompok terdiri dari 3 titik  dalam satu tumpukan yg membentuk segita

2.  Memiliki texture yg lembut  dan biasanyasebagai  lapisan dalam suatu produk, spt: sepatu ( dibagian tali sepatu ) , ikat pinggang ( dibagian dalamnya)

3.  Produk  dari kulit babi biasanya berharga murah dengan warna dominan putih atau cerah bisanya produk import dari Cina, Korea atau Jepang. Teliti sebelum membeli.

Di  bawah ini  ada Informasi  tambahan  yang cukup bagus isinya tentang  “KULIT BABI”saya ambil dari blognya resmi  ustazd Achmad Rofi’i Asy Syirbuni

http://ustadzrofii.wordpress.com/2010/11/27/hati-hati-penggunaan-kulit-babi-di-sekitar-kita/ .KULIT BABI MENYERBU

(DAN INFO TENTANG BEDA ANTARA KULIT BABI & PVC)

Kaum Muslimin hendaknya berhati-hati didalam membeli barang-barang sandang yang terbuat dari kulit, seperti sepatu, jaket, dompet, sofa, tas, dsbnya; karena bukan mustahil diantaranya menggunakan bahan baku kulit babi (terutama berbagai produk luar negeri, yang dengan adanya arus globalisasi sekarang, semakin banyak beredar dikalangan masyarakat Indonesia). Oleh karena itu, hendaknya kaum muslimin memiliki pengetahuan bagaimana membedakan antara struktur kulit babi dengan PVC yang buatan pabrik.

Hal ini perlu diperhatikan, karena bisa jadi karena ketidak-tahuannya maka kaum muslimin menggunakan berbagai bahan yang terbuat dari kulit babi (seperti: dompet, ikat pinggang, jaket atau sepatu, dll) yang bila digunakannya barang-barang tersebut dikala ia berwudhu ataupun sholat, maka hal tersebut menjadikan wudhu dan sholatnya menjadi tidak sah.

I. CIRI-CIRI PRODUK SANDANG DARI BAHAN KULIT BABI

Permukaan atasnya mempunyai titik-titik dot yang lekuk ke dalam. Di dalam setiap titik dot itu ada 3 titik dot yang lain. Untuk memudahkan anda mengenalinya, setiap titik dot bagian luar tadi, kalau dicantumkan mengikut garisan ke bawah, ke atas, ke tepi ia menjadi 3 segi. Hanya saja pada kulit babi, 3 titik dot ini strukturnya adalah berserakan tidak teratur.

Kulit babi biasanya berwarna putih kekusaman. Biasanya ia diletakkan di bagian lapisan belakang tumit sepatu, dibawah lidah sepatu, di bagian bawah lubang tali sepatu.

Untuk lebih mudah mengenalinya, ia akan terasa seperti lembap atau pun seperti terkena lembapan sabun, bila terkena peluh (keringat) dari kaki anda.

II.  CIRI-CIRI PRODUK SANDANG DARI BAHAN PVC BUATAN PABRIK

Ada juga kulit yang hampir meyerupainya tetapi ia tidak mempunyai 3 titik lekuk di dalam setiap lekukan tersebut, dan tampak bahwa titik-titiknya lebih teratur karena dibuat oleh mesin, dan tidak mempunyai lekukan / ceruk di setiap tiga titik tersebut. Berikut ini adalah kulit yang terbuat dari PVC buatan pabrik, yang insyaa Allooh tidak mengapa bila sandang ini digunakan oleh kaum muslimin.

Dan berikut ini, kami sampaikan berita dari JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia)HIDC (Halal Industry Development Corporation) tertanggal 9 Februari 2006

(Sumber: http://e-halal.hdcglobal.com/aduan_siar_c.php?id=2440&a=U) berkenaan dengan penjelasan tentang perbedaan antara struktur kulit babi dan PVC pada barang-barang sandang:

“Hasil dari pemeriksaan JAKIM didapati di dalam industri pembuatan kasut, bag, tali pinggang dll, selain pengunaan kulit, bahan PVC, plastik dan kain adalah antara bahan-bahan yang sering digunakan.

Diantara bahan-bahan ini, sering terdapat kekeliruan diantara bahan PVC, plastik dan kulit babi kerana ketiga-tiga bahan ini apabila dipandang secara mata kasar akan kelihatan tiga bintik pada permukaannya.

Sebagai maklumat bersama, triple dot  (tiga bintik ) yang terdapat pada PVC dan plastik adalah dihasilkan oleh mesin, keadaannya tersusun dengan baik dan titiknya terhasil secara menegak iaitu hasilan secara titikan jarum, menegak dan tepat manakala triple dot yang terdapat pada kulit babi, keadaanya tidak tersusun, berselerak, permukaan lubangnya menyendeng tidak menegak seperti yang terdapat pada PVC,keadaan menyendeng ini seolah-olah lubang jarum yang dicucuk secara menyenget.

Diharapkan dengan penjelasan ini, para pengguna tidak terus panik hanya apabila terlihat triple dot pada mana-mana permukaan kasut, beg, wallet dsb, semak dahulu apakah bahan itu adalah kulit babi yang sebenar berdasarkan bentuk triple dot yang kelihatan.”

Oleh karena itu, bila kaum muslimin hendak membeli barang-barang sandang yang terbuat dari kulit, suede dan sejenisnya (terutama produk-produk luar negeri), maka biasakanlah untuk menanyakan kepada toko/ perusahaan yang menjual barang tersebut tentang SPESIFIKASI PRODUK yang hendak dibeli tersebut. Karena dari spesifikasi produknya, dapat diketahui apakah kulit yang dipakai adalah berasal dari kulit babi ataukah kulit sapi.

Dari beberapa sumber di atas yang penjelasannya sejujurnya membuat saya malas membaca, tapi harus tahu rasanya sudah dapat kita simpulkan bahwa amannya sih mending ga dipake aja tuh sepatu atau apapun yang berasal dari kulit babi. Memang ada 2 pendapat mengenai boleh atau tidaknya bahan kulit babi tersebut digunakan, tapi lebih baik dihindari jika memang bisa dihindari :p..

kembali ke sumber 4 terdapat petikan ayat yang tentunya dapat menjadi acuan bagi kita agar tidak asal menjudge si sepatu berkulit babi ini, yaitu :

Bayangkan apa jadinya terhadap industri/perajin sandal dan sepatu jika bahan PVC dengan tiga titik tersebut ‘dianggap’ oleh masyarakat luas sebagai kulit babi, hanya karena informasi/pengambilan kesimpulan yang salah.

Dalam QS 49:6 [al-Hujurat : 6]

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Seperti yang sudah saya sarankan pada artikel HOAX, sebaiknya hati-hati dalam melakukan forward e-mail seperti ini, sebelum nyata kejelasannya, “ .. agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya”

Semoga bermanfaat :)

12 thoughts on “sepatu berbahan kulit babi, nyaman dipakai tapi halal ga ya?

  1. infonya bagus banget gan, pilih babi pilih kulit yang lain?

  2. Salim Attamimi says:

    Makasih Boss atas informasinya, info yang sangat berharga agar kita selalu waspada terhadap produk yang mengandung dari bahan yang tidak di perbolehkan oleh Agama Islam

  3. MAUIDZA SILTA says:

    ya allah! mudah-mudahan sepatu kickers aku bkn yg terbuat dari babi AMIN.mksh tentang infnya yah!!!

  4. wani dusuki says:

    Astaghfirullah hal azim… kickers ku??? thanks 4 info nya.

  5. kenapa hal ini masih banyak beredar,terutama dinegara yang mayoritas muslim,dimana ketegasan para ulama dalam menangani kasus ini,tidak semua kalangan masyarakat berpengetahuan tentang hal ini,,tolong cepat ditindak lanjuti,

  6. ade sudarna says:

    trims infonya, seyogya dari lembaga konsumen segera bertindak bersinergi dg MUI untuk menghimbau para penjual agar mencantumkan keterangan pd produk kulit yang terbuat dari kulit babi.

  7. ridha says:

    asslkum,,, mba maaf sya mau nnya, kmrin sya bru aja beli sndal kickers, bneran sya ga tau klau tu sptu trnyt mngndung kulit babi. tpi knpa pnjualnya ga blng ya kalau itu mngamdung kulit babi :’(

  8. Warso says:

    Thanks for info nya mbak..kemarin saya udah mau bayar untuk pembelian sepatu kickers..eh kebetulan ada tulisan kecil yg terbuat dari lapisan kulit babi..langsung saya bilang..ke salesnya..sorry mbak..nggak jadi karena ada tulisan ini…hehehe..dengan ramah di jawab nggak apa2….heran sambil berfikir..MUI kerjaan nya apa ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: